Cara membasmi jamur pada kucing

12th June 2013 | Cat: Penyakit Kucing | 7663 Views | No Comments

 

Cara membasmi jamur pada kucing gampang gampang susah dibutuhkan kesabaran dan teknik tersendiri agar jamur tidak muncul lagi.Karena kalau sampai mucul lagi akan merepotkan kita untuk membasminya.

Ada 2 kombinasi cara membasmi jamur pada kucing/menghilangkan jamur penyebab ringworm dari tubuh kucing yaitu pengobatan secara topical (pengobatan luar seperti salep,obat gosok,sampoo) dan obat oral (makan).Salep dan obat gosok efektif untuk membasmi spora dan jamur yang terlokalisasi tidak menyebar sedangkjan yang daerahnya luas sebaiknya ditambah dengan sampoo anti jamur. Apabila jamur tetap membandel biasanya memakai obat oral namun mempunyai efek samping buat kucing.
Obat oral buat kucing:
1.Griseofulvin. Durasi pemberian obat : 4-6 minggu atau lebih. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), gangguan pencernaan, nafsu makan berkurang atau hilang, penurunan aktivitas sumsum tulang, demam.
2. Itraconazole (Sporanox). Durasi : 2 X 2 minggu sekali. Diberikan bersama makanan berlemak untuk meningkatkan penyerapan obat. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), hilang nafsu makan, kadang-kadang muntah, gangguan enzim hati (jarang). Jika nafsu makan hilang dosis obat diberikan bertahap selama dua hari, tingkatkan dosis obat bila tidak ada reaksi muntah lagi.
3. Fluconazole setiap hari atau selang satu hari selama beberapa minggu. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), gangguan hati.
4. Lufenuron (belum tersedia di Indonesia). Diberikan setiap dua minggu sekali selama masa pengobatan. Obat ini sangat efektif membasmi jamur tetapi relatif aman dibandingkan obat-obatan lainnya, diberikan 2 minggu sekali.
5. Ketoconazole sering digunakan sebagai anti jamur. Biasanya diberikan bersamaan dengan makanan berlemak agar penyerapan obat lebih baik. Efek samping : cacat pada fetus kucing, mual, muntah, hilang nafsu makan.
Penggunaan obat sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu kepada dokter hewan anda seberapa dosis buat kucing kesayangan anda.
Obat luar (topikal)
1. Obat Gosok & Salep
Sebagian besar obat gosok hanya bisa didapat di Apotik dengan resep dokter hewan. Obat gosok cocok digunakan pada kasus ringworm lokal atau terfokus di beberapa tempat selain bagian wajah kucing. Kekurangan obat gosok yaitu warna obat yang berbekas pada bulu kucing dan bau yang sedikit menyengat. Selain itu obat gosok agak sulit digunakan pada daerah disekitar mata kucing karena dapat menyebabkan iritasi jika masuk ke mata.
Sepertihalnya obat gosok, salep anti jamur cocok digunakan pada kasus jamur yang terfokus di beberapa tempat. Umumnya salep mudah dibersihkan dan tidak meninggalkan bekas kecoklatan pada bulu. Kekurangannya salep bersifat lengket dan cenderung membuat bulu menggumpal (gimbal).
2. Shampoo dengan bahan aktif Ketoconazole
Shampoo dengan bahan aktif ketoconazole 2 % seperti fungasol, dapat dibeli di apotik atau supermarket. Pastikan konsentrasi bahan ketokonazol yang terdapat pada kemasan adalah 2 %. Konsentrasi 1% seperti yang terdapat pada nizoral SS, kurang tuntas membasmi jamur Microsporum dan Trichophyton penyebab ringworm. Sebagian kecil populasi kucing alergi terhadap bahan ketoconazole. Segera hentikan penggunaan, bila reaksi alergi muncul pada saat memandikan.
3. Shampoo dengan bahan aktif Povidone Iodine
Shampoo Betadine™ dengan bahan aktif povidone iodine 4 %, bisa di beli di Apotik atau supermarket. Shampo ini berwarna coklat tua seperti Betadine. Shampoo tidak meninggalkan bekas pada bulu jika dibilas dengan bersih. Shampo ini cukup efektif membasmi jamur, bila digunakan dengan benar (lihat cara memandikan kucing dengan shampoo obat). Hati-hati dengan reaksi alergi terhadap povidone iodine, sepertihalnya pada shampoo ketoconazole.
4. Lime sulfur (belerang) 0.5-5 %
Belerang adalah obat klasik untuk membasmi jamur. Larutan belerang 0.5-5 % bisa dipergunakan obat anti jamur. Kucing dimasukkan (celup) kedalam cairan belerang tersebut dan ratakan cairan ke seluruh badan. Kemudian keringkan dengan handuk dan hairdryer (pengering rambut). Biasanya dengan 2-4 kali pengobatan, jamur sudah bisa dikendalikan. Kekurangan pengobatan ini adalah bau sulfur yang bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan kucing. Selain itu bisa juga digunakan obat semprot (spray) yang mengandung belerang. Obat spray & larutan belerang tersebut bisa didapatkan di petshop-petshop.
Agar efektif bisa dilakukan perpaduan pemberian obat misalnya Shampoo & obat gosok atau shampoo dan larutan belerang atau obat gosok, shampoo & larutan belerang. Salep dan obat gosok biasanya digunakan 1-2 x sehari. Shampoo obat dan larutan belerang biasanya digunakan 2 x seminggu selama beberapa minggu.
Jamur kucing juga menular kepada pemilik kucing untuk mengatasinya hampir sama dengan kucing Untuk mengatasinya, gunakanlah salep yang berbahan dasar ketoconazole. Salep ini sangat mudah ditemukan di supermarket dan apotek. Usapkan salep saat pertama kali terkena jamur, semakin cepat diberikan salep tersebut, semakin cepat pula kesembuhannya .karena biasanya kalu kita terlambat mengobati akan menimbulkan bekas.

 

 

No Comment yet. Be the first to comment on Cara membasmi jamur pada kucing

Leave Your Comment Here!